" Ada apa denganku "
Aku bukan seorang pujangga
Yang mampu berkata-kata
Namun tak ada lagi
kata selain Cinta
ada apa dengan Cintaku....
Aku bisa gambarkan Gerimis Itu
Gerimis di tengah hari
Gerimis itu seperti diriku
yang manangis Setiap Hari
ada apa dengan Aku...
Sang Hikayat
Monday, 20 January 2014
PUISI
" Ada apa denganku "
Aku bukan seorang pujangga
Yang mampu berkata-kata
Namun tak ada lagi
kata selain Cinta
ada apa dengan Cintaku....
Aku bisa gambarkan Gerimis Itu
Gerimis di tengah hari
Gerimis itu seperti diriku
yang manangis Setiap Hari
ada apa dengan Aku...
PUISI
PUISI
Judul : ( 2 HARI LALU )
Hujan,
Tiada Henti
Angin semakin asyik menari
tak hiraukan pohon-pohon
Matahari seperti Malu
malu dengan Hujan Senja
Langit Jingga campur Kuning
mewarnai Dunia ini
Hari sabtu,
2 hari lalu...
Aku ingat masa itu:..
(Sekian)
Sunday, 15 December 2013
AKU
Aku sendiri di putaran dunia
saat ada cahaya terang
langsung gulap gulita
memerangkap bayang kelam
bayang itu seolah mati
mati dalam sepi kekosongan
takutku melihatnya
bayanganku sendiri
Aku bukan superman
punya kuasa luar dari biasa
tapi aku adalah insan biasa
bukan baik bukan jahat
saat ada cahaya terang
langsung gulap gulita
memerangkap bayang kelam
bayang itu seolah mati
mati dalam sepi kekosongan
takutku melihatnya
bayanganku sendiri
Aku bukan superman
punya kuasa luar dari biasa
tapi aku adalah insan biasa
bukan baik bukan jahat
Thursday, 3 October 2013
Puisi ( Seribu Tahun )
Seribu tahun aku disini
berdiri dalam kegelapan malam
tanpa cahaya yang terang
sunyi...takut..... Sepi......
Seribu tahun hati ini kosong
Dulu pernah diisi lalu hilang
mengapa tak terisi lagi
sedangkan hati ini tak hilang
mungkin....
Seribu tahun lagi
aku akan menunggu
cahaya yang lebih terang
menerangi gelap gulita hatiku
aku sedih tapi ketawa
aku menangis tapi gembira
seperti orang gila sendiri
ketawa menangis sendiri
aku ingin orang tahu
hatiku telah kosong
malamku semakin gelap
telah berlalu seribu tahun...
berdiri dalam kegelapan malam
tanpa cahaya yang terang
sunyi...takut..... Sepi......
Seribu tahun hati ini kosong
Dulu pernah diisi lalu hilang
mengapa tak terisi lagi
sedangkan hati ini tak hilang
mungkin....
Seribu tahun lagi
aku akan menunggu
cahaya yang lebih terang
menerangi gelap gulita hatiku
aku sedih tapi ketawa
aku menangis tapi gembira
seperti orang gila sendiri
ketawa menangis sendiri
aku ingin orang tahu
hatiku telah kosong
malamku semakin gelap
telah berlalu seribu tahun...
Monday, 12 August 2013
Puisi ( aku juga punya hati )
Aku terbang ke langit
Lalu aku menangis memutik
Terjumpa bidadari sang cantik
Temani hati yang menjerit
Buat apa menangis tiada arti
Tiada memahami hati ini
Ingin ku hamburkan saja jiwa ini
Biar sebar tak menyebar sepi
Ku teriak tiada siapa mendengari
Ku kecewa tiada siapa memahami
Ku marah tiada siapa perduli
Ku bahagia semua membenci
Aku lahir bagaikan debu
Tiada siapa memperdulikan diriku
Namun aku juga punya hati
Yang tak ingin disakiti
Lalu aku menangis memutik
Terjumpa bidadari sang cantik
Temani hati yang menjerit
Buat apa menangis tiada arti
Tiada memahami hati ini
Ingin ku hamburkan saja jiwa ini
Biar sebar tak menyebar sepi
Ku teriak tiada siapa mendengari
Ku kecewa tiada siapa memahami
Ku marah tiada siapa perduli
Ku bahagia semua membenci
Aku lahir bagaikan debu
Tiada siapa memperdulikan diriku
Namun aku juga punya hati
Yang tak ingin disakiti
Sunday, 11 August 2013
Puisi ( hanya Rupiah )
Bukan jakarta hanya kebun
Hanya rupiah cukup menghidupiku
Tiada panas tiada Hujan
Debu angin menghampiri diriku
Hidup harus berjuang sendiri
Jiwa serta ragaku harapan
Susah Senangku siapa menahan Hanya diriku tangung sendiri
Ingin kaya tak Miskin
Jadi maharaja sang duniawi Apakan daya cuma mimpi
Malam siang tetap miskin
Berlimpahan emas dinegeri sendiri
Tapi tak siapa perduli
Sehingga diri merantau pergi Jauh dari negeri sendiri
Hanya rupiah cukup menghidupiku
Tiada panas tiada Hujan
Debu angin menghampiri diriku
Hidup harus berjuang sendiri
Jiwa serta ragaku harapan
Susah Senangku siapa menahan Hanya diriku tangung sendiri
Ingin kaya tak Miskin
Jadi maharaja sang duniawi Apakan daya cuma mimpi
Malam siang tetap miskin
Berlimpahan emas dinegeri sendiri
Tapi tak siapa perduli
Sehingga diri merantau pergi Jauh dari negeri sendiri
Subscribe to:
Posts (Atom)